Pages

Sunday, January 11, 2015

Pekerjaan : Merdeka atau Menjadi Budak

'Bekerjalah dalam apa yang kau suka, maka kau tak perlu bekerja seumur hidupmu. Melakukan pekerjaan yang tak kau suka akan membuatmu menjadi budak'


sumber

Lupa lagi dengar/baca kutipan di atas darimana *kebiasaan :p
Ngga persis gitu juga sih bunyinya, tapi intinya sama lah.
Emang sih kalo ngerjain apa yang kita suka, waktu tuh gak kerasa, ngerjainnya enjoy aja, gak jadi beban, ketemu tantangan malah tambah semangat. Tul ga?

Etapi ada juga nasihat kayak gini, 'cintailah apa yang engkau kerjakan, karena jatuh cinta tidak selalu pada pandangan pertama', tssaaahhh.
Yang ini kayaknya sejalan sama witing tresno jalaran soko kulino  

Well, pendapat saya sih gak perlu lah dua hal ini dipertentangkan (siapa juga yang mempertentangkan ^_^), kedua ungkapan ini bisa benar adanya sesuai dengan kondisi masing-masing.
Idealnya sih memang berkerja di bidang yang menjadi passion kita, tapi jika pun tidak, belajar untuk menerima apa yang ada (dan harus bersyukur) sambil mencari jalan menuju pekerjaan impian bisa menjadi pilihan.

Ketika memang sudah tidak nyaman, tidak betah, beban banget, kepaksa banget, pekerjaan amburadul, hidup hampa, dll, dsb (tuh, berasa kayak budak kan), well, saatnya mencari kemerdekaan :) . Dan mencari kemerdekaan itu adalah sebuah perjuangan. MERDEKA! *awal tahun berasa Agustus :D

Terakhir, karena aku seorang muslim, maka bekerja dan pekerjaan itu adalah ibadah, untuk Allah, sarana meraih ridlo-Nya. Dan bersama-Nya, kemerdekaan hakiki akan menjadi, karena kita lepas dari belenggu duniawi, insyaAllah...




»»  LANJUUUTT...

Friday, December 19, 2014

Plastik yang Mengubah Ciptaan-Nya

Suatu ketika nyasar ke sebuah situs yang menampilkan before-after mereka yang melakukanbedah kosmetik untuk kecantikan/ketampanan. Dan saya harus bilang WOW (tapi gak pake koprol :)).
Coba deh lihat salah tiganya :




                                                                sumber 

Gimana? WOW kan :)

Lalu teringat firman Allah dan hadits berikut :

‘’Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya) dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barang siapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata’’

(QS Annisa :117-119)


 "Allah melaknat para wanita yang  mentato tubuhnya dan yang minta ditato, yang mencabut dan minta dicabutkan alisnya, yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah." 

(HR al-Bukhari dan Muslim).

Trus jadi mikir, saat ayat diatas turun dan Rasul bersabda, teknologi apa sih yang ada saat itu untuk bisa mengubah ciptaan Allah? Itu kurang lebih 1400 tahun yang lalu lho. 'Paling' sebatas tatoan, cabut-cabut bulu di wajah, mengikir gigi, menyambung rambut, apa lagi ya. 

Daaannn sekarang lihatlah, bahkan jenis kelamin pun bisa diubah :O
Dengan bedah kosmetik atau orang sering bilang operasi plastik, wajah bisa diubah sesuai impian (atau tuntutan sekitar?), bentuk hidung, mata, pipi, dada, apapun. Apalagi yang ganti kelamin, rombak total. 
Semakin jauh perbedaan dari aslinya, semakin amazing. Bahkan para pelaku bedah kosmetik yang melakukan tindakan bedah di luar negri (dalam hal ini dari Cina ke Korea Selatan) harus membawa keterangan dari rumah sakit tempat dia melakukan bedah. Hal ini dikarenakan wajahnya sudah berubah drastis dan tidak sama lagi dengan foto di paspor :) 

Sungguh Allah dan Rasul-Nya telah jauuuuuhhh hari memberi peringatan.


Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.




Disclaimer :

1. Saya bukan ahli tafsir dan hadits, tulisan ini sebagai refleksi renungan saya 

2. Pendapat ulama tentang hal ini bisa dilihat di sini dan di sini


»»  LANJUUUTT...

Friday, December 12, 2014

Bersyukur Pada-Nya, Berterima Kasih Pada Sesama

sumber
Masih tentang syukur. Janji Allah untuk menambah nikmat jika bersyukur itu sangat rasional, sudah pernah dibahas disini. Nah, kalo kita sebagai manusia kan gak bisa ya menuntut ucapan terima kasih yang mutlak.  Pan ada juga orang yang tidak tahu terima kasih, kayaknya kata terima kasih tuh kata yang asing buat dia.
Kalo udah begini kudu inget ama konsep IKHLAS.

Kata KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ikhlas itu adalah bersih hati; tulus hati 
Secara pengertian agama Islam, ikhlas berarti mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Allah. Berarti termasuk gak ngarepin ucapan terima kasih kala ngebantu orang dong ya :p
Daaaannnn disitulah ujiannya *urut dada *lap keringet

 Orang yang cinta kebersihan pasti sebel sama yang jorok, orang rajin gak suka sama yang males, nah, ketika kita terbiasa untuk menghargai setiap bantuan dengan ucapan terima kasih, gondok juga begitu ketemu sama orang yang meminta bantuan tapi gak tau terima kasih. Boro-boro bilang , ‘Terimakasih sebelumnya’, ketika meminta bantuan, setelah dibantu pun cuek bebek aja.
Well, mungkin ada yang berpendapat jika terima kasih itu gak sekedar ucapan aja, bisa aja kan dia berterima kasih dengan cara lain. Misal, lebih sering ngebantu kita juga, sering ngasih2, or apalah.  Tapi.. ini masalah adab .

Kalo ketemu sama  yang kayak gini, disindir udah, diingetin udah, masih begitu juga, yaa pada akhirnya yang waras ngalah :p . Berarti lagi dilatih dan diuji keikhlasannya. Gpp ladang pahala insyaAllah J. Doain aja semoga dia segera sadar. Toh, kita juga bisa jadi mungkin pernah khilaf juga tidak berterimakasih kepada seseorang.

Hidup ini indah, jangan dibuat susah ;)
»»  LANJUUUTT...

Thursday, October 9, 2014

Durhaka Pada Orang Tua = Memecahkan Gelas di Warung (?)

'Durhaka pada orang tua itu seperti kamu mecahin gelas di warung'


PRRAAANGGGG
gambar dari sini 

Perumpamaan yang saya dengar saat kelas 5 SD itu masih teringang sampai sekarang.
Jaman SD, selain bersekolah di sekolah formal, sore hari saya ikut yang namanya sekolah agama. Intinya sih belajar ilmu-ilmu agama yang memang kurang porsinya di sekolah formal.
Ada belajar hadits, akhlaq, fiqh, bahasa Arab, dll. Belajarnya di sebuah pesantren dan yang mengajar para santrinya. Kami memanggil mereka dengan sebutan kakak, bukan bapak, karena masih muda-muda (dan saya saat itu masih kecil tapi gak ingusan )
Nah, dari salah seorang kakak pengajar inilah saya mendengar perumpamaan ini.

Bagaimana penjelasannya? Jadi begini .......................................................... *ambil posisi

'Kalau kamu makan minum di warung, trus kamu memecahkan gelas, ya si gelas pasrah-pasrah aja, gak akan marah atau membalas. Tapiiiiiiii, itu gelas kan ada yang punya, yaitu si pemilik warung, naaaaah si pemilik warung yang bakal marah, yang minta ganti rugi sama kamu.
Begitu juga kalau kamu durhaka sama orang tua, orang tua kamu ga marah, ga ngapa-ngapain kamu, tapiiiii orang tua kita itu milik Allah, hambanya Allah, Allah yang bakal marah, Allah yang gak ridho kamu mendurhakai orang tua kamu'

Begitu kira-kira penjelasan kakak santri yang baik hati.
Terlepas dari keshahihan perumpamaannya, saya akui perumpamaan itu sangat mudah diterima pikiran anak kecil menjelang ABG   seperti saya. Dan saya jadi takut kalo gak nurut sama orang tua.

Dalam perjalanan waktu, saya melihat dan mendengar bagaimana kisah mereka yang memuliakan orang tua dan yang sebaliknya. Tampaknya, penjelasan kakak santri tadi banyak benarnya.

Semoga saya, pembaca blog ini, kita semua termasuk mereka yang berbakti dan memuliakan orang tua sehingga beroleh ridho-Nya, bukan murka-Nya. Aamiin..

gambar dari sini


Depok, 9 September 2014







 



»»  LANJUUUTT...

Thursday, September 18, 2014

Syukur yang Terlambat

Sering kita khilaf untuk bersyukur. Kala nikmat itu Allah cabut, barulah diri tersentak. Lalu kita merasa mau melakukan apa saja agar ia kembali. Ya Rabb, maafkan hamba...

»»  LANJUUUTT...

Thursday, May 1, 2014

Sayangkah Allah Padaku?

Ada saat dalam hidup kita ketika kita mengalami hal yang tidak kita inginkan, hal yang tidak menyenangkan.
Bahkan mungkin mengalami hal yang sangat meyedihkan.
Kadang dalam kondisi seperti ini kita bertanya-tanya apakah Allah masih mencintai kita, kenapa Allah memberikan semua ini kepada kita. Apakah Allah tidak sayang pada kita dan pikiran-pikiran negatif lainnya.

Teringat satu taushiah yang pernah di dengar semasa kuliah, taushiah yang sebenarnya menyuruh kita berpikir untuk mencari jawabannya. Taushiah yang disampaikan lewat pertanyaan :

- Apakah ketika Nabi Yunus dimakan ikan dan berada di perut ikan kita berani mengatakan Allah tidak sayang kepada Nabi Yunus?
- Apakah ketika Nabi Yusuf dilempar ke dalam sumur, dijual kepada keluarga raja, bahkan kemudian dipenjara, itu artinya Allah tidak sayang kepada Nabi Yusuf?
- Apakah saat Nabi Ayyub mendapat musibah kehilangan harta dan keluarga, lalu mengalami sakit yang mengerikan, Allah tidak cinta padanya?
- Apakah ketika Baginda Nabi Muhammad SAW mendapat caci maki dan intimidasi fisik bahkan pengusiran oleh kaumnya itu berarti Allah tidak mencintai beliau?

Tentu pasti jawabnya TIDAK.
Cukup sampai pertanyaan tadi, taushiah itu rasanya sudah mengembunkan hati kita ...

Depok, 01 Mei 2014

*Reshare taushiah yang sangat membekas

»»  LANJUUUTT...

Tuesday, April 29, 2014

Pilih - Jalani

Hidup

adalah tanggung jawab

adalah persinggahan kata dan kerja

Kita hanya jalani kehidupan kita sendiri

Pastikan jalani, hidup yang Allah beri dan kita pilih sendiri


Depok, 29 April 2014


»»  LANJUUUTT...