Pages

Tuesday, November 20, 2018

Ketika Jalan Menuju Roma Terblokir

Karena hari ini ada rencana yang batal, sementara kita sudah rapi jali siap berangkat, ya udah banting setir deh jadinya.
Berhubung berangkat ba'da dhuhur dan belum makan siang, pit stop pertama dipilihlah secara mendadak Ayam Geprek Juara. Terpilih karena tinggal selemparan batu dari rumah (tergantung siapa yang ngelempar juga sih :p). Kalau kata Thoriq bisa juga disebut Ayam Geprek Menang, karena juara itu sama dengan menang. Hmm boleh lah boleh (Jarjit mode on).
Di sana ada poster-poster kalimat lucu




Abis makan sempet keidean ke Setu Babakan, eehh mendadak Umi inget kalo Emas harus punya kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam, mumpung keluar akhirnya pit stop selanjutnya ke Toko Fortuna.
Mission accomplished! Selanjutnya karena ini perjalanan banting setir, kita cari yang deket-deket aja lah ya. Terpilihlah Taman Kaswarina sebagai pit stop berikutnya. Pas juga anak-anak abis beli bola dari Fortuna.

Masuk Taman Kaswarina serasa memasuki dunia lain jauuuuhhh dari Jakarta *lebay.
Area tamannya cukup luas, ijoo banget. Tanamannya tertata rapi, yang bagian belakang banget memang dibiarkan alami sepertinya, tapi ya tetep indah. Ada area play ground juga, ada tangga-tangga dan halang rintang, sayang ayunannya sudah rusak, tapi anak-anak udah seneeng pisan.

Ada beberapa pohon kersen aka ceri (ceri versi Indonesia :)) buat neduh, karena di area lapangannya hanya ini tempat berteduh. Nun di salah satu bagian pojok ada manusia-manusia yang sedang duduk atau jongkok terdiam dalam sabar, menunggu kailnya bergerak dan menggeliat. Iyaa, ada kolam yang dipake buat mancing.

Menjelang ashar kita keluar, soalnya gak ada mushola (udah nanya tukang yang lagi kerja di sini). Diputuskan sholat Ashr di sekolahnya anak-anak aja. Tinggal selemparan batu doang (lemparnya jangan kenceng-kenceng, bisi kena orang). Eeh Thoriq malah ketemu teman sekelasnya yang lagi sowan ke sekolah juga.
Abis sholat masih main-main di sekolah dan pulang udah jam setengah 5.

Ada rencana yang batal hari ini, tapi hasil benting setir ke beberapa pit stop seru juga.
Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Tapi kalau jalannya pada di blokir ya udah ke Istanbul aja :D *pepatah jaman now

Oiya ini ada foto-foto Taman Kaswarina yang membuatku lupa kalau ini lagi di Jakarta :p. Mangggaa, wilujeng menikmati






»»  LANJUUUTT...

Friday, August 10, 2018

Kala Panggilan Itu Datang... (Catatan Perjalanan Ibadah Haji 2018 Bagian 1)

Dalam rangka memproduktifkan diri saat menunggu waktu wukuf, tercetus untuk menulis catatan sederhana perjalanan haji tahun ini. Semoga menjadi bahan evaluasi dan prasasti diri, alhamdulillah jika bermanfaat untuk yang lain juga.

Mendaftar ibadah haji pada tahun 2012, saat itu perkiraan masa tunggu 5 tahun, atau InsyaAllah berangkat tahun 2017. Qadarullah karena pembangunan di tanah suci yang mengharuskan pengurangan kuota haji, masa tunggu menjadi 7 tahun, atau tahun 2019. Dan karena qadarullah pula, alhamdulillah kuota mulai ditambah kembali walau belum kembali ke kuota awal, tahun 2018 ini saya dan suami Allah ijinkan menjadi tamu-Nya. 

Bagaimana proses pemberitahuannya?
Saya diberitahu lewat sambungan telpon oleh Kementria Agama Kota Depok pada bulan Desember 2017. Alhamdulillah saat itu saya mengangkat telponnya. Karena nomernya kan tidak terdaftar, plus saat itu sedang jam kerja pula. 
Suara diujung telpon mengkonfirmasi kalau benar saya adalah Ibu Siska Lestari Apriani, setelah itu beliau menyampaikan bahwa InsyaAllah nomer porsi saya masuk kuota keberangkatan ibadah haji tahun depan (2018). 

Subhanallah rasanya bahagia dan haru sekaligus, sambil terima telpon sambil berurai air mata bahagia. 
Beliau menyampaikan agar datang ke kantor kemenag Depok bulan Februari. 
Langsung saya tanyakan juga nomer porsi suami, dan Alhamdulillah suami jg masuk kuota. 

Suami saya tidak ditelpon karena nomer hpnya ganti. Jadiiii, untuk bapak ibu yang sdh daftar haji, usahakan jangan ganti nomer hp, atau kalaupun ganti segera lapor ke kantor kemenag tempat bapak dan ibu mendaftar. 

Saya tidak tahu apakah ada pemberitahuan lewat surat surat atau tidak, kalau kami tidak dikirimi surat. Waktu Mamah dan Bapak sy berangkat haji tahun 2012 dari Bandung pemberitahuannya lewat surat. 

Tapi bagaimanapun, perhatikan hal berikut jika sedang dalam masa tunggu : 

+ Update data ke kemenag jika ada perubahan data. Baik alamat, no telpon, dll
+ Pro aktif. Dalam masa tunggu itu saya sering cek website kemenag utk mengecek tahun perkiraan keberangkatan. Pernah juga datang langsung ke kantor kemenagnya 
+ Banyak berdoa, bersabar, dan senantiasa meluruskan niat (peringatan untuk diri sendiri) 

Lalu setelah itu apa? BulanFebruari masih dua bulan lagi
Di bulan Februari ngapain emang?
InsyaAllah saya bahas pada tulisan selanjutnya ya

Mekah, 10 Agustus 2018/28 Dzulqaidah 1939 H



»»  LANJUUUTT...

Wednesday, August 10, 2016

Seni Hidup : Bersabar dan Terkejut

Dalam hidup, kadang ada hal yang sangat kita tunggu-tunggu tapi tak kunjung tiba.

source

Kadang ada hal yang ingin kita hindari, namun justru hadir tepat di hadapan mata.


Well, that's life. Bersabar dan terkejut adalah bagian dari seni hidup di dunia ini :)
Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah bersiap dengan segala kondisi yang kita hadapi.
Yakin Allah selalu memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat, whatever what we need.

So, cheer up for your life :D




»»  LANJUUUTT...

Friday, June 17, 2016

Nabi Musa Tidak Bisa Merubah Tongkat Menjadi Ular (?)

Suatu hari Fatih (9 th 5 bl) bertanya, 'Umi, Nabi Musa tidak bisa merubah tongkatnya menjadi ular kan? Kan yang merubah Allah', lalu aku mengiyakan penyataannya.
Fatih bertanya pada saat musim ulangan. Saat itu aku memang berfikir pertanyaan dia terkait soal ulangan di sekolahnya. Tapi sama sekali tidak terbayang model soalnya seperti apa, dan aku merasa wajar-wajar saja.

Lalu hari ini, 16 Juni 2016, saat aku menerima kertas ulangan Fatih, aku membaca soal yang terkait pertanyaan dia tempo hari itu.
Aku tersenyum,
aku terpekur,
aku terpesona pada aqidah dan logika yang tertanam,
aku terpana,
aku bahagia,
aku bersyukur,
aku tersadar...
Ada perspektif yang berbeda di sana,
ada aqidah yang terpatri di hati,
tersirat logika berpikir yang tumbuh padanya.

Anakku...
Kau LUAR BIASA..
Seperti sebagimana setiap anak di dunia




Soal no 2 yang membuatku terpana dan bahagia :)



Fatih Naufal Aqil :*

»»  LANJUUUTT...

Wednesday, April 22, 2015

Kumau Jadi Kantong Doraemon-mu, Mama...

Buka-buka file lama nemu satu puisi yang dibuat lebih dua tahun lalu.
Puisinya belum berjudul sih, bingung mau dikasih judul apa :p
Karena puisi ini ditujukan untuk mama tercinta, yowis judulnya simple aja, Puisi Untuk Mama..., tapi lucu juga kalo dijudulin "Kumau Jadi Kantong Doraemon-mu, Mama...", hehe, tak jadiin judul postingannya aja deh :)

Dan, rasa hati kala membuat puisi itu dan sekarang masih sama...

 * * *

Puisi Untuk Mama

Mama..
Betapa ingin aku menjadi kantong Doraemonmu
Yang keluarkan semua kebutuhanmu
Walau bukan itu yang kau harap selalu

Mama..
Hendak hati belikanmu semua isi dunia
bukan sekedar beli duren di tepi jalan raya
yang kita makan bersama dalam suka cinta
Meski itu tak kau pinta

Mama..
Seandainya senyum dan bahagia ada di supermarket
Akan kuborong berpaket-paket
Dan kuantar kehadapanmu walau jalanan macet

Mama..
Aku bangga,
Aku bahagia,
Aku diberkahiNya,
karena terlahir dari rahim dan didikan cintamu

Mama..
Perjalananku menjadi ibu,
hakikatnya adalah merasai kristalisasi cintamu

Mama..
I love you... always...

Depok, 22/12/2012

Wanna make you happy here, and thereafter
»»  LANJUUUTT...

Monday, April 20, 2015

Puisi Cinta Satu Dasawarsa

Mungkin sedikit terlambat, tapi keinginan untuk mengabadikan goresan hatinya selalu ada.
Jadiiii, 27 Maret 2015 adalah anniversary pernikahan kita yang ke 10 :")
Siang-siang lagi di kantor Abi nge-WA yang kata-katanya bikin klepekh-klepekh. Ahaha, dasar perempuan ya :p

Here it is :


 

Hari pun berganti, minggu pun berlalu, bulan pun usai, tahun pun terlewati, windu tak  terasa sudah pergi, datanglah dasawarsa...
Panjangnya usia bolehlah melapukkan semua yang ada, namun bukan untuk cinta kita. Semoga semakin menguatkan dan mengekalkan cinta kita (kamu.. iya kamuuu dan anak2) hingga jannahNya kelak. Aamiin... 

Co cuiittt :*
Hehe, surprise soalnya Si Abi ini bukan tipe pujangga yang pandai merangkai kata.
Sepulu tahun lalu.. saat masih penganten baru kan saya suka protes pengen digombalin :p, sedangkan suami tipikal anak teknik pisan yang ga pusing sama diksi dan sejenisnya.
Malah pernah dia ngaku browsing dulu untuk cari kata-kata buat ngegombalin istrinya, wkwkwk

Seiring waktu dan perjalanan cinta kita *tsaahh. Alhamdulillah semakin mendewasakan kita, saya gak lagi maksa-maksa untuk dibikinin puisi or digombalin, suami jg semakin romantis dengan gayanya sendiri. InsyaAllah saling memahami gaya masing-masing dalam mengekspresikan cinta. Selalu percaya bahwa pasangan kita pun mencintai kita dengan caranya.

* * *

Ya Allah, telah Kau persatukan kami di dunia,
Mohon persatukan pula kelak di JannahMu, aamiin...

Catatan : itu Abi bikin kata-kata di WA asli hasil pemikiran sendiri :) , hasil memeras otak dan keringat ceunah *lebay*,  gak pake bantuan Mbah google lagi. Udah mulai ekspert sepertinya :D


Luv u 4ever till jannah :*





'




»»  LANJUUUTT...

Sunday, January 11, 2015

Pekerjaan : Merdeka atau Menjadi Budak

'Bekerjalah dalam apa yang kau suka, maka kau tak perlu bekerja seumur hidupmu. Melakukan pekerjaan yang tak kau suka akan membuatmu menjadi budak'


sumber

Lupa lagi dengar/baca kutipan di atas darimana *kebiasaan :p
Ngga persis gitu juga sih bunyinya, tapi intinya sama lah.
Emang sih kalo ngerjain apa yang kita suka, waktu tuh gak kerasa, ngerjainnya enjoy aja, gak jadi beban, ketemu tantangan malah tambah semangat. Tul ga?

Etapi ada juga nasihat kayak gini, 'cintailah apa yang engkau kerjakan, karena jatuh cinta tidak selalu pada pandangan pertama', tssaaahhh.
Yang ini kayaknya sejalan sama witing tresno jalaran soko kulino  

Well, pendapat saya sih gak perlu lah dua hal ini dipertentangkan (siapa juga yang mempertentangkan ^_^), kedua ungkapan ini bisa benar adanya sesuai dengan kondisi masing-masing.
Idealnya sih memang berkerja di bidang yang menjadi passion kita, tapi jika pun tidak, belajar untuk menerima apa yang ada (dan harus bersyukur) sambil mencari jalan menuju pekerjaan impian bisa menjadi pilihan.

Ketika memang sudah tidak nyaman, tidak betah, beban banget, kepaksa banget, pekerjaan amburadul, hidup hampa, dll, dsb (tuh, berasa kayak budak kan), well, saatnya mencari kemerdekaan :) . Dan mencari kemerdekaan itu adalah sebuah perjuangan. MERDEKA! *awal tahun berasa Agustus :D

Terakhir, karena aku seorang muslim, maka bekerja dan pekerjaan itu adalah ibadah, untuk Allah, sarana meraih ridlo-Nya. Dan bersama-Nya, kemerdekaan hakiki akan menjadi, karena kita lepas dari belenggu duniawi, insyaAllah...




»»  LANJUUUTT...